4 Rumah Asrama Hogwarts ala Danville
Anda penggemar Harry Potter? Pasti Anda tak asing lagi dengan cerita
di mana para siswa dibagi ke dalam empat rumah asrama: Gryffindor,
Slytherin, Hufflepuff, dan Ravenclaw. Keempat nama itu adalah nama
asrama-asrama di mana murid-murid Hogwarts tinggal selama bersekolah.
Namun bukan hanya di negeri sihir, kisah sekolah dengan empat rumah
asrama juga terjadi di dunia nyata. Danville adalah tempatnya.
Bagi Danville High School yang terletak di Danville, Illinois,
pendirian program Freshman House mungkin sebuah langkah kecil. Freshman
House adalah sebuah komunitas belajar yang lebih kecil dengan
fitur-fitur belajar khusus yang terbukti mampu membantu siswa untuk
berhasil melalui masa transisi dari sekolah menengah ke sekolah tinggi.
Para siswa diajarkan oleh sebuah tim guru yang berkolaborasi untuk
menghubungkan pelajaran per individu sehingga membantu mereka dalam
belajar.
Pendirian Freshman House merupakan langkah yang tepat bagi sekolah
yang gagal memenuhi kemajuan zaman. Lima tahun berturut-turut sekolah
ini menghadapi risiko penutupan yang memaksa administrasi sekolah untuk
mempelajari kebutuhan dari para siswa. Sebagian besar para siswa berasal
dari warga berpenghasilan rendah. Dalam konsep Freshman House, para
siswa dikelompokkan ke dalam salah satu dari empat asrama berdasarkan
minat belajar serta memecahkan komunitas yang besar menjadi lebih kecil.
Konsep ini lahir melalui analisis dan pertimbangan yang mendalam.
Tujuan dari program Freshman House adalah untuk mempermudah masa
transisi bagi siswa baru saat pertama kali memasuki sekolah tinggi ini.
Hal tersebut akan membantu mereka saling menyesuaikan diri dengan
lingkungan yang melibatkan lebih banyak siswa dengan standar yang ketat.
Ada beberapa siswa yang datang ke Danville berasal dari daerah yang
lebih kecil dengan lingkungan akademik yang kurang terstruktur. Para
siswa baru seperti ini membutuhkan dukungan dan bantuan hingga saatnya
mereka lulus.
Freshman House dan tiga asrama lainnya yang melayani siswa yang lebih
tua, yaitu New High Tech, Global House, dan ACE House adalah cara Kota
Danville untuk melayani lebih dari kebutuhan 1.600 siswa akan
pendidikan. Selain itu, keberadaan empat asrama ini juga untuk
menciptakan komunitas siswa yang jauh lebih kecil.
Selain tahap pembagian dalam komunitas belajar yang lebih kecil,
komponen penting lain adalah menambah dan menata ulang para staf untuk
mengasah keterampilan dan minat para siswa. Selain itu, untuk membangun
siswa agar lebih terampil, sekolah memberikan lebih banyak waktu untuk
pengembangan profesional yang bermakna, menambahkan satu jam tambahan
instruksi untuk mahasiswa baru, serta memperluas program alternatif.
Pejabat kota setempat meluncurkan program Freshman House pada tahun
ajaran 2008-2009. Kelas pertama Freshman House lulus pada bulan Mei.
Bahkan dengan semua perubahan, Danville masih diklasifikasikan
sebagai sekolah yang berkinerja buruk oleh negara, meski semakin
membaik. Sejak program Freshman House pertama kali diluncurkan sampai
sekarang, tingkat kehadiran sekolah naik lebih dari 2 persen, dari
sebelumnya 89 persen sampai 91,7 persen. Sementara itu, tingkat
kelulusan bagi tingkat senior meningkat menjadi lebih dari 6 persen
menjadi 81,7 persen. Adapun persentase anak-anak
drop out sebelum lulus turun dari 8,7 persen, atau hampir dua kali rata-rata negara menjadi 6,3 persen.
Pada tahun 2012, sebanyak 34,6 persen dari siswa junior yang
mengambil Ujian Prestasi Negara Bagian Prairie (Prairie State
Achievement Exam) memenuhi atau melampaui standar negara dalam hal
membaca, atau naik dari 32,3 persen pada tahun 2011. Sementara itu,
sebanyak 35,2 persen junior memenuhi atau melampaui standar matematika,
atau naik dari 31,2 persen pada tahun sebelumnya.
Freshman House bekerja dengan memisahkan siswa baru yang masuk ke
dalam empat kelompok, yang masing-masing terdiri dari sekitar 100 siswa.
Setiap kelompok memiliki serangkaian guru dan kelas mereka mengambil
tempat di lantai yang sama dan tersebar di sekitar gedung. Hal ini
tentunya akan memupuk perasaan sebagai suatu kesatuan dalam masyarakat.
Hal ini juga memungkinkan guru untuk terus bisa memperhatikan dan
mengawasi para siswa yang berjuang dalam masa transisi mereka. Dengan
demikian, para guru dapat segera menolong dan menawarkan bantuan ketika
siswa sedang dalam masalah dan dipertimbangkan untuk putus sekolah.
Para pengambil keputusan dilengkapi struktur baru dengan menambahkan
periode ketujuh untuk jadwal para siswa kelas sembilan. Sekolah telah
menawarkan periode “burung awal” untuk semua siswa, meski itu belum
wajib bagi siswa baru hingga restrukturisasi dimulai. Kelonggaran ini
memberikan siswa baru waktu satu jam yang dapat mereka gunakan untuk
mengambil kelas matematika ekstra atau kelas bahasa Inggris jika mereka
memerlukannya. Hal ini juga memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan
12 atau 14 kredit. Di Freshman House, mereka membutuhkan kerdit 10 untuk
mendapatkan status “sophomore”.