Jumat, 01 Maret 2013

Murid-Murid Hogwarts Di Masa Lalu

Murid Murid Lain Yang Disebutkan Dalam Catatan J.K Rowling

Dalam acara TV spesial yang berjudul Harry Potter and Me, J.K Rowling menunjukkan sebuah buku catatan yang berisi nama-nama murid yang satu angkatan dengan Harry. Setiap nama disertai dengan jenis kelamin, asrama, dan "status darah" (muggle, campuran, atau murni). Tetapi daftar ini bukanlah daftar yang baku, karena banyak karakter yang mengalami perubahan. Misalnya, Michael Corner dan Anthony Goldstein dalam catatan tersebut berada di asrama Hufflepuff, tapi ketika diperkenalkan pada Harry di Harry Potter and the Order of the Phoenix, keduanya adalah anak-anak Ravenclaw; bahkan Anthony Goldstein adalah salah satu prefek Ravenclaw.
Ada beberapa murid dari angkatan Harry yang disebutkan dalam buku catatan itu, tapi justru tidak muncul di buku. Mereka disebutkan dalam daftar di bawah ini sebagai kelengkapan.
  • Stephen Cornfoot (Ravenclaw)
  • Tracey Davis (Slytherin)
  • Kevin Entwhistle (Ravenclaw)
  • Wayne Hopkins (Hufflepuff)
  • Megan Jones (Hufflepuff)
  • Su Li (Ravenclaw)
  • Isabel MacDougal (Ravenclaw, mungkin versi awal atau saudara dari Morag McDougal)
  • Malone (Tidak Diketahui)
  • Rivers (Tidak Diketahui)
  • Roper (Tidak Diketahui)
  • Runcorn (Tidak Diketahui)
  • Spinks (Tidak Diketahui)

Murid Hogwarts Yang Tidak Diketahui Berada Di Asrama Mana

  • Satu Angkatan Dengan Harry
  • Tidak Satu Angkatan Dengan Harry
    • Derek (seorang anak kelas satu yang menghadiri pesta natal di saat Harry kelas tiga, yang ditawari chipola oleh Dumbledore)
    • Harold Dingle
    • Emma Dobbs (Diketahui dari Topi Seleksi)
    • Patricia Stimpson (Satu angkatan dengan Fred dan George)

Harry Potter alumni Emma Watson and Daniel Radcliffe are lining up leading roles in two new versions of well-known tales: Cinderella and Frankenstein respectively.
Watson, fresh from the well-liked teen flick The Perks of Being a Wallflower, is being courted for Disney's live-action version of the Cinderella fairy story, to be directed by Kenneth Branagh.
Watson, 22, had a somewhat tentative start to her post-Potter acting career, taking on a TV movie of Noel Streatfeild's Ballet Shoes and a small role in My Week With Marilyn as she appeared to concentrate more on fashion-related work. But the success of Perks has seen her sign up to more substantial projects: she has a leading role in Sofia Coppola's celeb-thief drama The Bling Ring, plays herself opposite James Franco in Evan Goldberg's metatextual comedy This Is the End, and is attached to Guillermo del Toro's Beauty and the Beast.
Cinderella is seen very much in the mould of Disney's Alice in Wonderland and Oz the Great and Powerful, both highly visual reworkings of familiar tales. Cate Blanchett has already been cast to play the wicked stepmother and filming is likely to be under way later this year, whether or not Watson takes the role.
Radcliffe, meanwhile, is set to play Igor in Frankenstein, a new take on Mary Shelley's classic gothic horror novel to be directed by Scots film-maker Paul McGuigan.
The hunchbacked servant/lab assistant – most memorably portrayed by Marty Feldman in Mel Brooks's parody Young Frankenstein – is the centre of McGuigan's film, even though the character does not appear in Shelley's original. According to the Wrap, it will be "a sci-fi take on this classic story about a creature produced through a scientific experiment", and Radcliffe's character is "pathologically dirty and dressed in old clown's clothing".
Radcliffe recently proved his chops in period horror with the Susan Hill adaptation The Woman in Black, and will next be seen as Beat poet Allen Ginsberg in Sundance hit Kill Your Darlings.

4 Rumah Asrama Hogwarts ala Danville

 

Anda penggemar Harry Potter? Pasti Anda tak asing lagi dengan cerita di mana para siswa dibagi ke dalam empat rumah asrama: Gryffindor, Slytherin, Hufflepuff, dan Ravenclaw. Keempat nama itu adalah nama asrama-asrama di mana murid-murid Hogwarts tinggal selama bersekolah. Namun bukan hanya di negeri sihir, kisah sekolah dengan empat rumah asrama juga terjadi di dunia nyata. Danville adalah tempatnya.
Bagi Danville High School yang terletak di Danville, Illinois, pendirian program Freshman House mungkin sebuah langkah kecil. Freshman House adalah sebuah komunitas belajar yang lebih kecil dengan fitur-fitur belajar khusus yang terbukti mampu membantu siswa untuk berhasil melalui masa transisi dari sekolah menengah ke sekolah tinggi. Para siswa diajarkan oleh sebuah tim guru yang berkolaborasi untuk menghubungkan pelajaran per individu sehingga membantu mereka dalam belajar.
Pendirian Freshman House merupakan langkah yang tepat bagi sekolah yang gagal memenuhi kemajuan zaman. Lima tahun berturut-turut sekolah ini menghadapi risiko penutupan yang memaksa administrasi sekolah untuk mempelajari kebutuhan dari para siswa. Sebagian besar para siswa berasal dari warga berpenghasilan rendah. Dalam konsep Freshman House, para siswa dikelompokkan ke dalam salah satu dari empat asrama berdasarkan minat belajar serta memecahkan komunitas yang besar menjadi lebih kecil. Konsep ini lahir melalui analisis dan pertimbangan yang mendalam.
Tujuan dari program Freshman House adalah untuk mempermudah masa transisi bagi siswa baru saat pertama kali memasuki sekolah tinggi ini. Hal tersebut akan membantu mereka saling menyesuaikan diri dengan lingkungan yang melibatkan lebih banyak siswa dengan standar yang ketat. Ada beberapa siswa yang datang ke Danville berasal dari daerah yang lebih kecil dengan lingkungan akademik yang kurang terstruktur. Para siswa baru seperti ini membutuhkan dukungan dan bantuan hingga saatnya mereka lulus.
Freshman House dan tiga asrama lainnya yang melayani siswa yang lebih tua, yaitu New High Tech, Global House, dan ACE House adalah cara Kota Danville untuk melayani lebih dari kebutuhan 1.600 siswa akan pendidikan. Selain itu, keberadaan empat asrama ini juga untuk menciptakan komunitas siswa yang jauh lebih kecil.
Selain tahap pembagian dalam komunitas belajar yang lebih kecil, komponen penting lain adalah menambah dan menata ulang para staf untuk mengasah keterampilan dan minat para siswa. Selain itu, untuk membangun siswa agar lebih terampil, sekolah memberikan lebih banyak waktu untuk pengembangan profesional yang bermakna, menambahkan satu jam tambahan instruksi untuk mahasiswa baru, serta memperluas program alternatif. Pejabat kota setempat meluncurkan program Freshman House pada tahun ajaran 2008-2009. Kelas pertama Freshman House lulus pada bulan Mei.
Bahkan dengan semua perubahan, Danville masih diklasifikasikan sebagai sekolah yang berkinerja buruk oleh negara, meski semakin membaik. Sejak program Freshman House pertama kali diluncurkan sampai sekarang, tingkat kehadiran sekolah naik lebih dari 2 persen, dari sebelumnya 89 persen sampai 91,7 persen. Sementara itu, tingkat kelulusan bagi tingkat senior meningkat menjadi lebih dari 6 persen menjadi 81,7 persen. Adapun persentase anak-anak drop out sebelum lulus turun dari 8,7 persen, atau hampir dua kali rata-rata negara menjadi 6,3 persen.
Pada tahun 2012, sebanyak 34,6 persen dari siswa junior yang mengambil Ujian Prestasi Negara Bagian Prairie (Prairie State Achievement Exam) memenuhi atau melampaui standar negara dalam hal membaca, atau naik dari 32,3 persen pada tahun 2011. Sementara itu, sebanyak 35,2 persen junior memenuhi atau melampaui standar matematika, atau naik dari 31,2 persen pada tahun sebelumnya.
Freshman House bekerja dengan memisahkan siswa baru yang masuk ke dalam empat kelompok, yang masing-masing terdiri dari sekitar 100 siswa. Setiap kelompok memiliki serangkaian guru dan kelas mereka mengambil tempat di lantai yang sama dan tersebar di sekitar gedung. Hal ini tentunya akan memupuk perasaan sebagai suatu kesatuan dalam masyarakat. Hal ini juga memungkinkan guru untuk terus bisa memperhatikan dan mengawasi para siswa yang berjuang dalam masa transisi mereka. Dengan demikian, para guru dapat segera menolong dan menawarkan bantuan ketika siswa sedang dalam masalah dan dipertimbangkan untuk putus sekolah.
Para pengambil keputusan dilengkapi struktur baru dengan menambahkan periode ketujuh untuk jadwal para siswa kelas sembilan. Sekolah telah menawarkan periode “burung awal” untuk semua siswa, meski itu belum wajib bagi siswa baru hingga restrukturisasi dimulai. Kelonggaran ini memberikan siswa baru waktu satu jam yang dapat mereka gunakan untuk mengambil kelas matematika ekstra atau kelas bahasa Inggris jika mereka memerlukannya. Hal ini juga memberi mereka kesempatan untuk mendapatkan 12 atau 14 kredit. Di Freshman House, mereka membutuhkan kerdit 10 untuk mendapatkan status “sophomore”.

 

Daftar penyihir dari Slytherin

Slytherin

Hogwarts Slytherin colors.svg
Slytherin crest
Seperti pendirinya, Salazar Slytherin, asrama Slytherin menilai dari ambisi, kecerdikan (licik), bakat kepemimpinan, daya akal yang panjang, kecenderungan melanggar aturan dan (rata-rata) keturunan darah murni[5]. Buku juga menyatakan haus kekuasaan adalah karakteristik dari Slytherin. Binatang yang melambangkan Slytherin adalah ular, dan menggunakan warna hijau dan perak sebagai warna identitas. Bloody Baron adalah hantu asrama Slytherin. Ruang rekreasi asrama ini juga terletak di bawah tanah, namun berbeda dengan milik Hufflepuff. Ruang bawah tanah Slytherin terletak di bawah danau sehingga memberikan ruangannya semburat cahaya kehijauan, ruangan ini juga dilengkapi dengan lampu-lampu hijau dan kursi-kursi berukir. Menurut Rowling, Slytherin berhubungan dengan elemen air. Sifat-sifat Slytherin tergolong rawan disalahgunakan untuk kejahatan. Itulah sebabnya banyak Pelahap Maut (termasuk Voldemort) berasal dari asrama ini. Harry Potter sendiri sempat dipertimbangkan masuk asrama ini oleh Topi Seleksi sebelum ia dimasukkan ke Gryffindor (karena Harry berkata "Jangan Slytherin, jangan Slytherin", beberapa kali. Harry sendiri memiliki beberapa sifat Slytherin seperti ambisi dan kecenderungan melanggar aturan)[HP1][HP2]
Topi Seleksi mengklaim bahwa kemurnian darah adalah faktor dalam menyeleksi Slytherin, walaupun hal ini tidak disebutkan sampai buku kelima. Sampai akhir buku Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, kepala asrama adalah Profesor Severus Snape. Setelah Profesor Snape melarikan diri dengan Pelahap Maut, Profesor Horace Slughorn mengisi posisinya. Slughorn merupakan kepala asrama Slytherin untuk beberapa lama sebelum pensiun dan kembali ke Hogwarts pada tahun ke-6 Harry Potter. Tidak semua penyihir Slytherin jahat. Kepala asrama Slytherin; Horace Slughorn ikut bertempur dalam Pertempuran Hogwarts dan juga memimpin bala bantuan dalam pertempuran. Keluarga Malfoy adalah contoh lainnya. Pada akhir Harry Potter dan Relikui Kematian mereka akhirnya memutuskan membelot dari Voldemort. Severus Snape dapat dikatakan contoh "Slytherin sejati". Dengan kecerdikannya (dan didorong rasa cinta yang besar), ia mampu menipu Voldemort selama bertahun-tahun sebelum dibunuh di akhir cerita[HP7]. Setelah kekalahan terakhir Lord Voldemort, Slytherin tidak lagi mengunggulkan kemurnian darah, tidak lagi mempertahankan kemurnian darah. Walaupun begitu, reputasi gelapnya masih hidup sampai hari ini.[6]